HIPJI Tekankan Penguatan Kompetensi SDM untuk Mendukung Tata Kelola dan Integritas Jurnal Ilmiah

Rilis Berita HIPJI

HIPJI Tekankan Penguatan Kompetensi SDM untuk Mendukung Tata Kelola dan Integritas Jurnal Ilmiah

4 November 2026Kompetensi SDMIntegritas Publikasi Ilmiah

Himpunan Penerbit Ilmiah Indonesia (HIPJI) menekankan pentingnya penguatan kompetensi sumber daya manusia sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola, kredibilitas, dan integritas publikasi ilmiah nasional.

Andri Putra Kesmawan, Ketua Umum Himpunan Penerbit Ilmiah Indonesia (HIPJI).
Andri Putra Kesmawan, Ketua Umum Himpunan Penerbit Ilmiah Indonesia (HIPJI). Foto: Dokumentasi HIPJI.

Pemberitaan ANTARA pada 2 November 2026 mengenai rencana penyelenggaraan Konvensi Nasional Tata Kelola dan Integritas Jurnal Ilmiah (KTJI) menyoroti perlunya “penguatan kualitas tata kelola, kredibilitas, dan integritas publikasi ilmiah nasional”. Forum tersebut direncanakan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas pengelolaan jurnal, akreditasi, standar publikasi, dan integritas akademik.

Ketua Umum HIPJI, Andri Putra Kesmawan, memandang bahwa agenda tersebut perlu ditopang oleh pengembangan kompetensi orang-orang yang menjalankan proses penerbitan ilmiah, terutama manajer jurnal, editor, dan reviewer.

“Penguatan tata kelola, kredibilitas, dan integritas publikasi ilmiah membutuhkan SDM yang kompeten. Pengelola jurnal perlu memahami tanggung jawab profesinya, mampu menjalankan proses editorial dengan baik, serta konsisten menerapkan etika publikasi dalam setiap keputusan,” ujar Andri.

Kompetensi sebagai Fondasi Pengelolaan Jurnal

Kompetensi Editor

Dalam pengelolaan jurnal, kebijakan dan prosedur memerlukan kemampuan pelaksana untuk menerapkannya secara konsisten. Editor perlu mampu menilai kesesuaian naskah, memilih reviewer sesuai keahlian, menindaklanjuti hasil penelaahan, dan mengambil keputusan editorial yang dapat dipertanggungjawabkan.

Reviewer dan Manajer Jurnal

Reviewer juga membutuhkan kemampuan untuk menelaah substansi penelitian secara kritis dan memberikan masukan yang konstruktif. Sementara itu, manajer jurnal berperan memastikan proses penerbitan berjalan tertib, terdokumentasi, dan berkelanjutan.

Karena itu, HIPJI menempatkan penguatan kompetensi SDM sebagai salah satu fokus dalam mendukung ekosistem penerbitan ilmiah Indonesia. Penguatan tersebut mencakup pemahaman standar profesi, pengembangan keterampilan, serta penerapan tanggung jawab dan etika dalam pekerjaan sehari-hari.

Pengembangan Kompetensi secara Berkelanjutan

Menurut Andri, pelatihan, pendampingan, dan sertifikasi kompetensi dapat menjadi bagian dari proses pengembangan profesional pengelola jurnal. Upaya tersebut perlu dilanjutkan dengan dukungan kelembagaan dan evaluasi penerapannya dalam pekerjaan editorial.

“Sertifikasi kompetensi merupakan salah satu bagian dari proses penguatan SDM. Harapannya, kompetensi yang dimiliki dapat diterapkan secara nyata untuk menjaga kualitas pengelolaan jurnal, membangun kepercayaan penulis dan pembaca, serta memelihara integritas publikasi ilmiah,” tambahnya.

HIPJI mendorong sinergi perguruan tinggi, penerbit, lembaga sertifikasi, dan asosiasi profesi untuk memperluas akses pengembangan kompetensi. Dukungan berupa kebijakan, alokasi waktu, sumber daya, dan penghargaan terhadap pekerjaan editorial diperlukan agar pengelola jurnal dapat menjalankan tanggung jawabnya secara profesional.

Kompetensi SDM untuk Publikasi Ilmiah yang Berintegritas

Melalui penguatan SDM yang berkelanjutan, HIPJI berharap peningkatan kualitas tata kelola, kredibilitas, dan integritas publikasi ilmiah dapat terwujud dalam praktik penerbitan sehari-hari.