Checklist Persiapan Akreditasi Jurnal Ilmiah 2026: Syarat Sinta 1–4 dan Pengajuan ARJUNA

Checklist Akreditasi Jurnal 2026

Checklist Persiapan Akreditasi Jurnal Ilmiah 2026: Syarat Sinta 1–4 dan Pengajuan ARJUNA

Pengajuan akreditasi jurnal ilmiah melalui ARJUNA perlu dipersiapkan secara menyeluruh, mulai dari administrasi, tata kelola OJS, mutu artikel, hingga kepatuhan terhadap integritas akademik.

Yogyakarta ARJUNA Sinta 1–4 Akreditasi Jurnal 2026

YOGYAKARTA — Pengajuan akreditasi jurnal ilmiah melalui sistem ARJUNA perlu dipersiapkan secara menyeluruh oleh pengelola jurnal.

Berdasarkan Petunjuk Teknis Akreditasi Jurnal Ilmiah terbaru, jurnal yang mengajukan akreditasi harus memenuhi persyaratan administrasi, menjalankan tata kelola jurnal berbasis OJS, menjaga mutu substansi artikel, serta membuktikan kepatuhan terhadap integritas akademik.

Bagi pengelola jurnal yang menargetkan peringkat Sinta 1, Sinta 2, Sinta 3, atau Sinta 4, checklist berikut dapat digunakan sebagai panduan awal sebelum mengirimkan usulan akreditasi melalui ARJUNA.

Persiapan Akreditasi Tidak Cukup Menjelang Pengajuan

Pengelola jurnal perlu melakukan audit internal secara berkala terhadap website jurnal, OJS, metadata DOI, mutu artikel, kinerja dewan editor, rekam jejak reviewer, serta kebijakan etika publikasi sebelum mengajukan akreditasi atau reakreditasi.

1. Checklist Syarat Administrasi Akreditasi Jurnal Ilmiah

Tahap pertama dalam pengajuan akreditasi jurnal adalah pemeriksaan administrasi dan kelayakan awal. Jurnal perlu memastikan seluruh persyaratan dasar telah dipenuhi sebelum masuk ke tahap penilaian tata kelola dan mutu substansi artikel.

  • ISSN valid dan sesuai data resmi. Pastikan ISSN jurnal aktif, valid, serta identik dengan informasi yang tercantum pada portal ISSN Nasional.
  • Terbit konsisten minimal tiga tahun berturut-turut. Jurnal harus memiliki rekam jejak keberkalaan yang stabil.
  • Frekuensi penerbitan minimal dua kali setahun. Jadwal terbit harus jelas dan dijalankan secara konsisten.
  • Memuat minimal lima artikel setiap nomor terbitan. Jumlah artikel harus memenuhi ketentuan minimum pada setiap edisi.
  • DOI artikel aktif dan dapat diakses. Setiap artikel perlu memiliki DOI yang mengarah ke laman artikel atau landing page yang aktif.
  • Berkas PDF artikel dapat diakses publik. Artikel yang diterbitkan harus tersedia dan dapat dibuka melalui laman jurnal.
  • Menyediakan akun editor untuk asesor. Pengelola jurnal perlu menyiapkan akun login dengan peran editor agar proses editorial di OJS dapat diperiksa.
  • Dewan editor berasal dari minimal dua afiliasi berbeda.
  • Reviewer atau mitra bestari berasal dari minimal empat afiliasi berbeda.

Kelengkapan administrasi akreditasi jurnal ilmiah menjadi fondasi awal. Apabila syarat kelayakan belum dipenuhi, jurnal berpotensi tidak dapat melanjutkan ke tahap penilaian berikutnya.

2. Checklist Tata Kelola Jurnal dan OJS

Tata kelola jurnal menjadi unsur penting dalam penilaian akreditasi jurnal ilmiah. Pengelola perlu menunjukkan bahwa seluruh proses penerbitan dijalankan secara profesional, transparan, dan terekam dengan baik di sistem OJS.

  • Seluruh proses editorial dilakukan secara daring melalui OJS. Proses pengiriman naskah, penugasan editor, penelaahan, revisi, penyuntingan, hingga penerbitan perlu berjalan secara online-only melalui OJS.
  • Tidak mengandalkan komunikasi email untuk alur utama editorial. Penggunaan email dalam pengelolaan naskah dapat menurunkan nilai tata kelola jurnal karena proses tidak terdokumentasi secara utuh dalam sistem.
  • Kebijakan etika publikasi tersedia di laman jurnal. Kebijakan perlu disusun secara jelas dan mengacu pada prinsip etika publikasi, termasuk pedoman COPE.
  • Kebijakan biaya publikasi atau APC tersedia secara terbuka. Jika jurnal mengenakan biaya penulis, seluruh informasi biaya harus dijelaskan secara transparan.
  • Kebijakan penggunaan AI tersedia di laman jurnal. Kebijakan perlu mengatur pengungkapan penggunaan AI oleh penulis dan editor, serta larangan penggunaan AI oleh reviewer dalam proses penelaahan.
  • Riwayat proses review terekam di OJS. Komentar reviewer harus terdokumentasi pada sistem jurnal.
  • Komentar reviewer bersifat substantif dan konstruktif. Ulasan reviewer perlu membahas substansi artikel, bukan hanya perbaikan tata bahasa, format, atau layout.

Pengelola jurnal juga perlu memastikan peran editor, reviewer, dan penulis di OJS telah diatur secara tepat. Proses editorial yang transparan akan memperkuat kelayakan jurnal saat asesor melakukan pemeriksaan akreditasi jurnal.

3. Checklist Mutu Artikel Ilmiah dan Penyuntingan

Akreditasi jurnal ilmiah tidak hanya menilai tampilan website dan kelengkapan kebijakan. Mutu substansi artikel, kualitas penyuntingan, serta penggunaan referensi juga menjadi bagian penting dalam penilaian jurnal Sinta.

  • Pendahuluan artikel memuat state-of-the-art. Artikel perlu menunjukkan perkembangan kajian dan posisi penelitian dalam bidang keilmuan terkait.
  • Terdapat identifikasi research gap. Penulis harus menjelaskan kesenjangan penelitian yang ingin dijawab.
  • Tujuan penelitian dirumuskan secara jelas.
  • Setiap artikel memiliki minimal 15 rujukan.
  • Proporsi sumber acuan primer lebih dari 80 persen. Rujukan primer dapat berupa artikel jurnal, prosiding ilmiah, atau sumber ilmiah utama yang relevan.
  • Kemutakhiran pustaka 10 tahun terakhir lebih dari 80 persen.
  • PDF artikel memuat lembar deklarasi. Deklarasi setidaknya mencantumkan kontribusi penulis, sumber pendanaan, pernyataan konflik kepentingan, dan pernyataan penggunaan AI apabila ada.
  • Artikel telah melalui penyuntingan substantif dan kebahasaan. Kualitas bahasa, format sitasi, konsistensi metadata, tabel, gambar, dan daftar pustaka perlu diperiksa sebelum artikel diterbitkan.

Peningkatan mutu artikel merupakan strategi utama bagi jurnal yang ingin memperoleh atau meningkatkan peringkat akreditasi jurnal, terutama untuk mencapai Sinta 1 hingga Sinta 4.

4. Checklist Integritas Akademik dan Etika Publikasi

Integritas akademik menjadi bagian penting dalam akreditasi jurnal ilmiah 2026. Jurnal harus mampu mencegah, mendeteksi, dan menangani setiap dugaan pelanggaran etika publikasi secara bertanggung jawab.

  • Tidak terdapat indikasi plagiasi atau plagiat.
  • Tidak terdapat fabrikasi atau falsifikasi data penelitian.
  • Tidak terdapat referensi fiktif atau hallucinated citation dari penggunaan AI.
  • Tidak terdapat pencatutan nama penulis atau kepengarangan tidak sah.
  • Tidak terdapat pengajuan naskah yang sama ke lebih dari satu jurnal.
  • Memiliki prosedur penanganan keluhan dan pelanggaran etika publikasi.
  • Memiliki kebijakan konflik kepentingan bagi penulis, editor, dan reviewer.
  • Mencantumkan ethical clearance untuk penelitian yang melibatkan manusia atau hewan. Nomor dan tahun dokumen persetujuan etik perlu dicantumkan dalam artikel apabila relevan.

Pelanggaran integritas akademik dapat berdampak serius pada status jurnal terakreditasi, mulai dari penurunan peringkat, pembekuan status akreditasi, hingga pencabutan atau delisting jurnal.

Persiapan Sebelum Mengajukan Akreditasi Jurnal melalui ARJUNA

Sebelum menekan tombol pengajuan akreditasi jurnal di ARJUNA, pengelola disarankan melakukan audit internal terhadap website jurnal, OJS, metadata DOI, kualitas artikel, kinerja dewan editor, dan rekam jejak reviewer.

Pastikan seluruh edisi jurnal terbit tepat waktu, setiap artikel dapat diakses, seluruh kebijakan tersedia pada laman jurnal, serta bukti proses editorial tersimpan di OJS. Dengan persiapan yang rapi, pengelola jurnal dapat meminimalkan kendala pada tahap pemeriksaan kelayakan dan lebih siap menghadapi proses penilaian akreditasi jurnal ilmiah.

Checklist akreditasi jurnal ilmiah ini dapat digunakan sebagai panduan awal bagi pengelola jurnal yang sedang mempersiapkan pengajuan baru maupun reakreditasi jurnal Sinta melalui sistem ARJUNA.

Simulasi Evaluasi Diri Akreditasi Jurnal

Pengelola jurnal yang ingin melakukan pengecekan awal dapat menggunakan halaman simulasi evaluasi diri HIPJI untuk menilai kesiapan jurnal sebelum mengajukan akreditasi atau reakreditasi melalui ARJUNA.

HIPJI Mendukung Kesiapan Akreditasi Jurnal Ilmiah

HIPJI mendorong pengelola jurnal untuk memperkuat administrasi, tata kelola OJS, mutu artikel, metadata, integritas akademik, dan kesiapan reakreditasi secara sistematis.