Dewan Editor Tidak Boleh Satu Institusi: Ini Syarat Baru Akreditasi Jurnal Ilmiah

Informasi Akreditasi Jurnal

Dewan Editor Tidak Boleh Satu Institusi: Ini Syarat Baru Akreditasi Jurnal Ilmiah

Keberagaman afiliasi dewan editor dan mitra bestari kini menjadi aspek penting dalam kelayakan awal dan penilaian tata kelola jurnal ilmiah.

Yogyakarta Akreditasi Jurnal Ilmiah Dewan Editor Juknis 2026

YOGYAKARTA — Keberagaman afiliasi dewan editor kini menjadi salah satu unsur penting dalam proses akreditasi jurnal ilmiah. Komposisi tim penyunting tidak hanya diperiksa sebagai syarat kelayakan awal, tetapi juga memengaruhi nilai tata kelola jurnal.

Dalam Petunjuk Teknis Akreditasi Jurnal Ilmiah melalui Keputusan Direktur Jenderal Nomor 374 Tahun 2026, komposisi tim penyunting menjadi bagian yang perlu diperhatikan secara serius oleh pengelola jurnal. Dewan editor tidak cukup hanya dicantumkan secara administratif, tetapi juga perlu menunjukkan keberagaman afiliasi, kesesuaian kepakaran, dan rekam jejak publikasi yang relevan.

Syarat Minimum Pemeriksaan Awal

Pada tahap pemeriksaan awal, jurnal wajib memiliki dewan editor atau tim penyunting yang berasal dari sedikitnya dua afiliasi atau institusi berbeda. Sementara itu, mitra bestari atau reviewer wajib berasal dari minimal empat afiliasi yang berbeda.

Ketentuan tersebut merupakan standar minimum. Apabila jurnal tidak memenuhi komposisi afiliasi tersebut, pengajuan akreditasi tidak dapat melanjutkan ke tahap penilaian berikutnya.

Komposisi Minimum yang Perlu Dipenuhi

  • Dewan editor atau tim penyunting berasal dari sedikitnya dua afiliasi atau institusi berbeda.
  • Mitra bestari atau reviewer berasal dari minimal empat afiliasi yang berbeda.
  • Editor dan reviewer tidak merangkap jabatan dalam jurnal yang sama.
  • Editor memiliki kepakaran yang relevan dengan fokus dan ruang lingkup jurnal.
  • Editor menunjukkan rekam jejak publikasi aktif dalam tiga tahun terakhir.

Dalam penilaian tata kelola, keberagaman asal institusi atau negara dewan editor yang didukung rekam jejak publikasi menjadi faktor untuk memperoleh nilai lebih tinggi. Aspek ini memiliki bobot maksimal lima poin.

5

Rekam Jejak Internasional dari Minimal Lima Negara

Nilai tertinggi dapat diperoleh apabila dewan editor memiliki rekam jejak internasional dan berasal dari sedikitnya lima negara berbeda.

3

Rekam Jejak Internasional atau Nasional yang Kuat

Nilai tiga dapat diperoleh apabila editor memiliki rekam jejak internasional dari minimal dua negara berbeda, atau rekam jejak nasional dari sedikitnya enam institusi berbeda.

2

Rekam Jejak Nasional dari Empat Institusi

Nilai dua diberikan apabila dewan editor memiliki rekam jejak nasional dari minimal empat institusi berbeda.

1

Rekam Jejak Nasional dari Dua Institusi

Komposisi editor dengan rekam jejak nasional dari sedikitnya dua institusi memperoleh nilai satu atau lebih rendah sesuai hasil penilaian instrumen.

Selain komposisi afiliasi, pengelola jurnal juga perlu memperhatikan aspek integritas dalam penyusunan tim editorial. Editor dan reviewer tidak diperbolehkan merangkap jabatan dalam jurnal yang sama. Editor juga harus memiliki kepakaran yang relevan dengan fokus dan ruang lingkup jurnal serta menunjukkan rekam jejak publikasi yang aktif dalam tiga tahun terakhir.

Pengelola Jurnal Perlu Menata Tim Editorial Secara Strategis

Dengan demikian, pengelola jurnal perlu mulai menata dewan editor secara lebih strategis. Keberagaman institusi, keterwakilan negara, kesesuaian kepakaran, serta rekam jejak publikasi editor menjadi unsur penting untuk memenuhi kelayakan dan meningkatkan nilai tata kelola pada pengajuan akreditasi jurnal ilmiah.

Penataan dewan editor sebaiknya tidak dilakukan hanya menjelang pengajuan akreditasi, tetapi menjadi bagian dari pembenahan berkelanjutan dalam tata kelola jurnal. Semakin rapi dan relevan struktur editorial jurnal, semakin kuat pula posisi jurnal dalam memenuhi standar akreditasi dan menjaga kualitas penerbitan ilmiah.

HIPJI Mendukung Penguatan Tata Kelola Editorial Jurnal

HIPJI mendorong pengelola jurnal untuk memperkuat struktur dewan editor, memperluas jejaring mitra bestari, menjaga integritas editorial, dan menyiapkan jurnal secara lebih sistematis menuju akreditasi yang lebih baik.