HIPJI dan LSP PII Diskusikan Penguatan Kompetensi SDM Penerbitan Ilmiah Bersama Ketua BNSP
Himpunan Penerbit Ilmiah Indonesia (HIPJI) bersama Lembaga Sertifikasi Profesi Penerbitan Ilmiah Indonesia (LSP PII) melakukan diskusi dengan Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) mengenai penguatan kompetensi sumber daya manusia, termasuk pada sektor penerbitan ilmiah.
Dalam diskusi tersebut, HIPJI menegaskan bahwa integritas dan mutu tata kelola publikasi ilmiah tidak hanya ditentukan oleh sistem maupun regulasi, tetapi juga dimulai dari individu yang terlibat dalam setiap proses penerbitan. Karena itu, penguatan kompetensi SDM perlu menjadi prioritas dalam membangun ekosistem penerbitan ilmiah Indonesia yang profesional, kredibel, dan berkelanjutan.
Kompetensi Individu Menjadi Fondasi Tata Kelola Publikasi
Penerbitan ilmiah melibatkan berbagai peran penting, mulai dari penulis, penelaah, editor, manajer jurnal, hingga pengelola penerbitan buku. Setiap peran membutuhkan kompetensi yang jelas, terukur, dan diakui agar proses editorial, penelaahan, pengelolaan metadata, penerbitan, serta diseminasi karya ilmiah dapat berjalan sesuai prinsip mutu dan etika publikasi.
Penguatan Profesionalisme
Kompetensi yang jelas membantu tenaga penerbitan ilmiah menjalankan fungsi dan tanggung jawab secara lebih profesional serta dapat dipertanggungjawabkan.
Penguatan Integritas
Kompetensi SDM menjadi bagian penting dalam menjaga proses editorial, penelaahan, penerbitan, metadata, dan diseminasi tetap sesuai prinsip mutu dan etika publikasi.
12 Skema Sertifikasi Kompetensi LSP PII
Sebagai bagian dari upaya tersebut, LSP Penerbitan Ilmiah Indonesia telah menyiapkan 12 skema sertifikasi kompetensi yang relevan bagi ekosistem penerbitan ilmiah, baik untuk jurnal ilmiah maupun buku.
Kolaborasi untuk Ekosistem Penerbitan Ilmiah yang Lebih Kuat
HIPJI berharap penguatan kompetensi berbasis standar nasional dapat menjadi fondasi bagi lahirnya tenaga profesional penerbitan ilmiah yang berintegritas dan adaptif terhadap perkembangan ekosistem ilmu pengetahuan.
Kolaborasi antara organisasi profesi, LSP, BNSP, perguruan tinggi, penerbit, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan mampu mempercepat pembangunan ekosistem penerbitan ilmiah Indonesia yang semakin bermutu dan berdaya saing.
Penguatan Kompetensi untuk Penerbitan Ilmiah Indonesia
HIPJI mendorong penguatan kompetensi SDM sebagai salah satu fondasi utama dalam membangun tata kelola penerbitan ilmiah yang profesional, berintegritas, kredibel, dan berkelanjutan.