HIPJI Luncurkan Inisiatif Pengembangan dan Advokasi untuk Pertumbuhan Industri Penerbitan Jurnal

Program Pengembangan dan Advokasi

HIPJI Meluncurkan Program Pengembangan dan Advokasi Penerbitan Ilmiah

Penguatan kebijakan, pendampingan, akses sumber daya, dan keberlanjutan penerbitan ilmiah Indonesia.

Dalam upaya mendorong pertumbuhan industri penerbitan jurnal di Indonesia, HIPJI meluncurkan program Pengembangan dan Advokasi. Program ini bertujuan mengadvokasi kepentingan anggota serta menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan integritas penerbitan jurnal.

HIPJI juga berperan aktif dalam memberikan panduan, pendampingan, dan penguatan kapasitas bagi penerbit jurnal yang ingin meningkatkan mutu publikasi mereka. Program ini diarahkan untuk membantu penerbit menghadapi tantangan kelembagaan, editorial, akreditasi, indeksasi, teknologi, dan keberlanjutan operasional.

Menjadi Jembatan antara Penerbit dan Pemangku Kepentingan

HIPJI mendorong terbentuknya komunikasi yang lebih kuat antara penerbit, regulator, perguruan tinggi, lembaga penelitian, penyedia layanan, serta pemangku kepentingan lainnya agar kebijakan penerbitan ilmiah lebih responsif terhadap kebutuhan di lapangan.

Banyak penerbit jurnal menghadapi kendala dalam akreditasi, indeksasi, serta keberlanjutan finansial. Melalui program advokasi ini, HIPJI ingin menjadi jembatan yang menghubungkan penerbit dengan regulator dan pemangku kepentingan lainnya, agar kebijakan yang dibuat benar-benar mendukung pengembangan industri penerbitan ilmiah.

Andri Putra Kesmawan — Ketua Umum HIPJI

Ketua Umum HIPJI, Andri Putra Kesmawan, menekankan pentingnya regulasi dan dukungan kebijakan yang berpihak pada penerbit jurnal. Menurutnya, penerbit ilmiah membutuhkan ekosistem kebijakan yang mampu mendorong peningkatan mutu tanpa mengabaikan realitas sumber daya, kapasitas kelembagaan, dan keberlanjutan finansial.

Selain itu, HIPJI juga akan memperjuangkan akses yang lebih luas bagi penerbit jurnal terhadap sumber daya pendanaan, teknologi, pelatihan, informasi kebijakan, dan jejaring profesional. Akses terhadap sumber daya tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses penerbitan, memperkuat kualitas layanan editorial, serta membantu penerbit mengembangkan model pengelolaan yang lebih berkelanjutan.

Program advokasi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem penerbitan yang lebih sehat, terbuka, dan kolaboratif. Dalam ekosistem tersebut, penerbit jurnal dapat berkembang secara profesional, memiliki akses terhadap dukungan yang relevan, serta mampu mempertahankan integritas dan kualitas publikasi dalam jangka panjang.

01

Advokasi Kebijakan

Menyampaikan kebutuhan dan kepentingan penerbit ilmiah kepada regulator dan pemangku kepentingan terkait.

02

Pendampingan Penerbit

Memberikan panduan dan penguatan kapasitas dalam tata kelola, akreditasi, indeksasi, dan pengembangan publikasi.

03

Akses Sumber Daya

Memperluas peluang akses terhadap pendanaan, teknologi, pelatihan, jejaring, dan dukungan kelembagaan.

HIPJI — Menguatkan Penerbit Ilmiah melalui Advokasi, Kolaborasi, dan Pengembangan Berkelanjutan.