ISPS 2026 Luncurkan LSP PII, Lebih dari 500 Peserta Mendaftar Uji Sertifikasi
Peluncuran LSP Penerbitan Ilmiah Indonesia dalam ISPS 2026 menjadi momentum penguatan kompetensi dan profesionalisme sumber daya manusia penerbitan ilmiah Indonesia.
Indonesia Scholarly Publishing Summit (ISPS) 2026 menjadi momentum peluncuran Lembaga Sertifikasi Profesi Penerbitan Ilmiah Indonesia (LSP PII). Peluncuran ini menandai langkah penting dalam penguatan kompetensi sumber daya manusia di bidang penerbitan ilmiah, mencakup pengelolaan jurnal maupun penerbitan buku.
LSP PII resmi memperoleh lisensi pada akhir Juni 2026. Dalam sekitar tiga bulan sejak mulai beroperasi, animo masyarakat terhadap uji sertifikasi kompetensi terus meningkat. Lebih dari 500 peserta telah mendaftar untuk mengikuti uji sertifikasi kompetensi.
Editor dan Manajer Jurnal Menjadi Skema yang Paling Diminati
Dari berbagai skema sertifikasi yang tersedia, Editor Jurnal Ilmiah dan Manajer Jurnal Ilmiah menjadi dua skema dengan jumlah peminat tertinggi. Tingginya minat tersebut memperlihatkan kebutuhan terhadap pengakuan kompetensi bagi tenaga yang sehari-hari menjalankan proses editorial dan pengelolaan jurnal ilmiah.
Skema dengan Peminat Tertinggi
“Sejak memperoleh lisensi pada akhir Juni 2026, kami melihat antusiasme yang tinggi terhadap sertifikasi kompetensi. Lebih dari 500 peserta telah mendaftar, dengan minat terbesar pada skema Editor Jurnal Ilmiah dan Manajer Jurnal Ilmiah. Ini menunjukkan bahwa penguatan kompetensi pengelola penerbitan menjadi kebutuhan penting bagi ekosistem publikasi ilmiah.”
Epik Finilih — Direktur LSP Penerbitan Ilmiah IndonesiaPengakuan Kompetensi untuk Profesionalisme Penerbitan Ilmiah
Ketua Umum Himpunan Penerbit Ilmiah Indonesia (HIPJI), Andri Putra Kesmawan, menyebut peluncuran LSP PII dalam ISPS 2026 sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem penerbitan ilmiah yang lebih profesional.
Menurutnya, sertifikasi kompetensi dapat membantu memastikan bahwa kemampuan para pelaku penerbitan ilmiah dikenali melalui proses yang terukur dan sesuai dengan bidang tugas masing-masing.
“Peluncuran LSP PII dalam ISPS 2026 menjadi langkah strategis untuk memperkuat profesionalisme sumber daya manusia penerbitan ilmiah. Kami berharap semakin banyak editor, manajer jurnal, dan tenaga penerbitan yang memperoleh pengakuan kompetensi sesuai bidang tugasnya.”
Andri Putra Kesmawan — Ketua Umum Himpunan Penerbit Ilmiah IndonesiaMemperluas Akses Sertifikasi Kompetensi
Melalui LSP PII, HIPJI mendorong pengembangan kompetensi yang lebih terstruktur bagi para profesional penerbitan ilmiah. Sertifikasi diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk membantu individu dan institusi mengenali kompetensi sumber daya manusia yang terlibat dalam proses penerbitan.
Tingginya minat peserta pada tahap awal menjadi modal penting untuk memperluas akses sertifikasi, meningkatkan pemahaman mengenai standar kompetensi, serta memperkuat kualitas pengelolaan jurnal dan penerbitan ilmiah di Indonesia.
Peluncuran LSP PII dalam ISPS 2026 sekaligus menegaskan bahwa peningkatan mutu publikasi ilmiah tidak hanya bergantung pada sistem dan kelembagaan, tetapi juga pada kompetensi orang-orang yang menjalankan proses penulisan, penelaahan, penyuntingan, pengelolaan jurnal, dan penerbitan buku ilmiah.
Kenali Sertifikasi Kompetensi LSP PII
Informasi mengenai skema sertifikasi, persyaratan, jadwal, serta mekanisme uji kompetensi dapat diakses melalui LSP Penerbitan Ilmiah Indonesia.