Dari Penerbit Jurnal Menuju Penerbit Ilmiah
Himpunan Penerbit Ilmiah Indonesia
Indonesian Scholarly Publishers Association
Latar Belakang Reposisi
HIPJI lahir dari kebutuhan untuk memperkuat tata kelola penerbitan jurnal ilmiah di Indonesia. Dalam perjalanannya, ekosistem publikasi ilmiah terus berkembang. Penerbitan ilmiah hari ini tidak lagi hanya berbicara tentang jurnal, tetapi juga mencakup buku ilmiah, prosiding, monograf, book chapter, metadata, DOI, repository, indeksasi, akreditasi penerbit, sertifikasi kompetensi, dan transformasi digital.
Perubahan tersebut menuntut adanya wadah kelembagaan yang lebih luas, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan penerbitan ilmiah secara utuh. Atas dasar itu, HIPJI bereposisi dari Himpunan Penerbit Jurnal Indonesia menjadi Himpunan Penerbit Ilmiah Indonesia.
Dalam bahasa Inggris, HIPJI menggunakan nama Indonesian Scholarly Publishers Association. Reposisi ini menegaskan bahwa HIPJI tidak meninggalkan akar historisnya sebagai penggerak penguatan jurnal ilmiah, tetapi memperluas mandat kelembagaan untuk menaungi ekosistem penerbitan ilmiah Indonesia secara lebih komprehensif.
Makna Strategis Reposisi
Reposisi HIPJI menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa penerbit ilmiah Indonesia memiliki standar mutu, tata kelola, kompetensi sumber daya manusia, infrastruktur metadata, jejaring kolaborasi, serta daya saing yang lebih kuat di tingkat nasional maupun global.
Mengapa HIPJI Bereposisi?
Perubahan lanskap penerbitan ilmiah menuntut organisasi untuk bergerak lebih adaptif. Jurnal ilmiah, buku akademik, prosiding konferensi, monograf, repository digital, DOI, ISBN, ISSN, metadata, indeksasi, dan sistem sitasi kini tidak lagi berdiri sendiri. Semuanya saling terhubung dalam satu ekosistem penerbitan ilmiah.
Di sisi lain, kebutuhan penerbit ilmiah juga semakin kompleks. Penerbit tidak hanya dituntut menerbitkan karya, tetapi juga memastikan integritas publikasi, kualitas editorial, validitas metadata, keterindeksan, keberlanjutan platform digital, transparansi biaya, keamanan sistem, serta kepatuhan terhadap standar nasional dan internasional. Karena itu, HIPJI memperluas perannya agar mampu menjadi rumah bersama bagi seluruh pelaku penerbitan ilmiah Indonesia.
Apa yang Berubah?
Perubahan utama HIPJI adalah perluasan cakupan kelembagaan dari organisasi yang berfokus pada penerbit jurnal ilmiah menjadi organisasi yang menaungi penerbitan ilmiah secara lebih luas. HIPJI tidak lagi hanya melihat jurnal sebagai satu-satunya objek penguatan, tetapi juga buku ilmiah, prosiding, monograf, book chapter, dan berbagai bentuk publikasi akademik lainnya.
Apa yang Tetap?
Reposisi ini tidak mengubah nilai dasar HIPJI. Komitmen terhadap kualitas, integritas, dan kolaborasi tetap menjadi fondasi utama organisasi. HIPJI tetap menjaga akar penguatan jurnal ilmiah, tetapi memperluas kontribusinya untuk membangun ekosistem penerbitan ilmiah Indonesia yang lebih inklusif, profesional, dan terintegrasi.
Cakupan Baru HIPJI
Sebagai Himpunan Penerbit Ilmiah Indonesia, HIPJI mencakup berbagai bidang penerbitan ilmiah dan menjangkau lebih banyak pemangku kepentingan, termasuk penerbit jurnal, penerbit buku akademik, university press, lembaga riset, perguruan tinggi, asosiasi ilmiah, pengelola konferensi, editor, reviewer, platform teknologi publikasi, dan mitra ekosistem penerbitan ilmiah.
Jurnal Ilmiah
Penguatan tata kelola editorial, peer review, indeksasi, akreditasi, sitasi, dan visibilitas jurnal.
Buku Ilmiah
Penguatan penerbitan buku akademik, monograf, buku referensi, book chapter, metadata, ISBN, dan DOI buku.
Prosiding Ilmiah
Penguatan mutu prosiding konferensi, proses seleksi, peer review, metadata, dan integritas publikasi.
Metadata dan DOI
Penguatan metadata artikel, buku, chapter, prosiding, referensi, DOI, landing page, dan identitas digital.
Repository dan Indeksasi
Penguatan keterlacakan publikasi melalui repository, katalog, indeksasi, sitasi, dan sistem diseminasi akademik.
Akreditasi Penerbit
Pengembangan penilaian mutu penerbit ilmiah berbasis tata kelola, transparansi, standar, dan keberlanjutan.
Sertifikasi Kompetensi
Penguatan kompetensi editor, reviewer, manajer jurnal, editor buku, pengelola prosiding, dan SDM penerbitan.
Transformasi Digital
Penguatan OJS, OMP, platform publikasi, keamanan sistem, backup, preservasi digital, dan keberlanjutan akses.
Dampak untuk Anggota
Reposisi HIPJI memberikan manfaat yang lebih luas bagi anggota. Anggota tidak hanya memperoleh ruang jejaring dan informasi, tetapi juga akses terhadap standar mutu, pedoman penerbitan, pelatihan, sertifikasi kompetensi, akreditasi penerbit, direktori publikasi, klinik metadata dan DOI, serta advokasi kebijakan.
Penerbit Jurnal
Penerbit jurnal memperoleh penguatan tata kelola editorial, peer review, indeksasi, akreditasi, metadata, dan visibilitas publikasi.
Penerbit Buku Ilmiah
Penerbit buku ilmiah memperoleh dukungan standar metadata, ISBN, DOI buku, katalog akademik, dan diseminasi ilmiah.
Pengelola Prosiding
Pengelola prosiding memperoleh panduan mutu, integritas konferensi ilmiah, standar metadata, dan penguatan identitas publikasi.
SDM Penerbitan
Editor, reviewer, dan manajer penerbitan memperoleh jalur peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi.
Nama Inggris HIPJI
Nama bahasa Inggris HIPJI setelah reposisi adalah:
Nama ini dipilih karena mencerminkan cakupan HIPJI yang lebih luas sebagai organisasi penerbit ilmiah, bukan hanya penerbit jurnal. Istilah scholarly publishing mencakup penerbitan jurnal, buku akademik, prosiding, monograf, metadata, DOI, repository, dan berbagai bentuk komunikasi ilmiah lainnya. Sementara istilah publishers association menegaskan bahwa HIPJI adalah wadah bagi penerbit dan pelaku kelembagaan dalam ekosistem penerbitan ilmiah.
Arah Strategis HIPJI
Ke depan, HIPJI diarahkan menjadi portal nasional penerbitan ilmiah Indonesia yang menghubungkan standar, kompetensi, direktori, akreditasi, teknologi, dan advokasi kebijakan. Melalui penguatan LSP Penerbitan Ilmiah Indonesia, LAPI HIPJI, Direktori HIPJI, program pelatihan, forum anggota, dan kerja sama strategis, HIPJI berkomitmen membangun ekosistem penerbitan ilmiah yang profesional, kredibel, dan berdaya saing global.
Reposisi ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa publikasi ilmiah Indonesia tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga meningkat dalam kualitas, visibilitas, integritas, dan dampaknya bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Penutup
HIPJI percaya bahwa masa depan penerbitan ilmiah Indonesia membutuhkan kolaborasi yang lebih luas. Jurnal, buku ilmiah, prosiding, metadata, DOI, indeksasi, akreditasi, dan kompetensi SDM harus dipandang sebagai satu kesatuan ekosistem. Dengan reposisi menjadi Himpunan Penerbit Ilmiah Indonesia, HIPJI hadir sebagai rumah bersama bagi penerbit ilmiah Indonesia untuk tumbuh lebih profesional, terstandar, dan berpengaruh dalam percaturan ilmu pengetahuan nasional maupun global.
HIPJI — Menguatkan Penerbit Ilmiah, Menjaga Integritas Publikasi Ilmiah Indonesia.